20.3.12

ANALISIS KETERSEDIAAN PANGAN WILAYAH INDONESIA TAHUN 2007 BERDASARKAN PENDEKATAN PPH


Kelompok 11 :
Kumalawati Dewi  I14104010
Endah Fitri Maharani  I14104017
Anna Febritta Intan S   I14104023



  • Secara kuantitatif, kontribusi total ketersediaan energi terhadap AKE adalah sebesar 147.4%. Hasil ini menunjukkan bahwa pada tahun 2007 kecukupan ketersediaan pangan berdasarkan AKE telah mencukupi karena tingkat ketersediaan pangan penduduk Indonesia telah melampaui angka anjuran untuk hidup sehat dan produktif sesuai rekomendasi WKPG VII sebesar 2200 kkal/kap/hari
  • Secara kualitatif, tingkat keragaman pangan Indonesia baru mencapai skor PPH sebesar 86.5 dari 100 skor yang dianjurkan. Hal ini menunjukkan mutu ketersediaan pangan Indonesia belum baik karena kurang beragam.
  • Tingkat ketersediaan untuk dikonsumsi yang paling tinggi berasal dari  kelompok pangan “padi-padian”. Hal ini menunjukkan suatu keadaan dimana masyarakat Indonesia memiliki tingkat konsumsi yang cukup tinggi terhadap bahan pangan padi-padian terutama beras (Jumlah beras yang tersedia untuk dikonsumsi sebesar 145.77 Kg/kapita/tahun)
  • Berdasarkan rincian diatas, dapat menunjukkan bahwa ketahanan pangan di Indonesia pada tahun 2007 belum baik.... :)

31.12.11

Kamu "hawa" yang penuh rahasia


Susah buat ngertiin cewek, mungkin aja kamu belum tahu betul bagaimana sebenernya kaum hawa itu, ini sedikit rahasia yang perlu kamu tau tentang kaum hawa. Cewek-cewek juga punya rahasia dan hal-hal unuik yang tidak semua cowok bisa paham dan mengerti, walaupun ini lebih mengutamakan pendapatku, tapi aku yakin pasti semua cewek-cewek sedikit atau banyak sama denganku, toh semua cewek diciptakan dengan hati yang sama kok,, hehehe lebay.com
1.  Cewek itu manusia berjiwa labil, tapi jangan salah, dia justru paling kuat dalam menghadapi semua masalah
2.  Cewek selalu ingin membantu cowok yang dia sayang untuk keluar dari masalah, apapun itu, cewek siap untuk membantu
3.  Cewek hanya pura-pura marah saat cowok yang dia sayang bersikap menyebalkan, tapi ketahuilah, sebenernya dalam hati tak sedikitpun cewek bisa marah
4.  Cewek yang bener-bener menyayangimu biasanya akan nurut dengan semua peraturan yang dibuat oleh cowok yang bener-bener dia sayang, walau berat dia pasti akan nurut
5.  Saat kamu memeluk cewekmu, jangan kamu lepas sebelum dia berinisiatif untuk keluar dari pelukanmu, karna dalam pelukanmu dia merasa menyatu denganmu
6.  Cewek paling suka liat cowoknya berpakaian rapi dan bersih, tapi tidak dengan pakaian super direktur banget, itu malah bikin cewek jadi gak pede
7.  Cewek gak pernah liat dari warnamu, maksudnya jelek atau tampannya seorang cowok, karna cewek lebih terpikat dengan kebijaksanaan dan kebaikan hati seorang cowok
8.  Cewek paling takut saat kamu bilang dia gendut, dia akan usaha mati-matian untuk diet biar cowoknya gak manggil dia gendut
9.  Tapi saat gendut itu kamu jadikan panggilan kesayangan untuknya, dia justru akan kangen panggilan itu saat kamu tak pernah lagi memanggilnya gendut. Kamu boleh panggil dia jelek, cubby, mpuus, atau apapun, selama kamu menjadikan itu panggilan kesayangan, cewek akan suka
10. Cewek tidak suka kalau cowoknya merokok, apalagi kalau sampai mencandu, itu karna cewek tidak ingin cowok yang dia sayang jadi sakit dan kenapa-kenapa
11. Ketika seorang cewek bener-bener menyayangimu, maka dia akan melupakan karakter jelekmu, dia tidak akan memintamu untuk berubah untuknya, tapi dia akan bersabar menunggumu berubah untuk kebaikanmu
12. Jangan sampai nganggap cewek itu makhluk centil saat dia berkali-kali SMS kamu “sayaaanggg atau bebee atau cintaa”, karna saat itu dia sedang merindukanmu
13. Saat cewek mencium kening dan kedua pipimu, saat itulah dia mengungkapkan seluruh cintanya dari hati terdalam
14. Cewek adalah makhluk yang paling gampang percaya dengan janji-janji yang diucapkan cook yang bener-bener dia sayang, walaupun sebenernya saat itu dia sedang dibohongi tapi dia akan terus berusaha untuk percaya, tau kenapa?, Cinta.
15. Cewek paling takut saat kamu jauh darinya, bukannya takut kamu selingkuh, dia takut kamu deket dengan cewek lain
16. Cewek tidak akan pernah mau kamu peluk kalau dia tidak bener-bener mencintaimu
17. Cewek selalu takut akan melukai perasaanmu, makanya dia selalu hati-hati saat berbicara denganmu
18. Cewek mengagumi cowok yang mandiri, alias serba bisa. Bukan untuk memanfaatkanmu nantinya, tapi dia kagum dengan kemampuanmu yang bisa mengerjakan pekerjaaan dan memenuhi kebutuhanmu sendiri, intinya cowok mandiri adalah idola para cewek
19. Cewek akan sedih saat cowok  yang dia sayang tidak membalas SMS nya atau tidak mengangkat telponnya, dia tidak negative thinking, dia berpikir seolah kamu tidak merindukannya
20. Cewek selalu ingin kamu tau kalau dia sangat menyayangimu, dia akan langsung ungkapin ke kamu, dan mungkin juga lewat SMS, atau memberitahumu lewat teman-temanmu
21. Saat seorang cewek bermimpi ingin hidup selamanya denganmu, maka itulah kenyataannya
22. Cewek akan berusaha keras untuk tidak membohongimu sedikitpun
23. Cewek yang bener-bener menyayangimu akan tetap menerima dan memaafkanmu saat kamu minta kembali, padahal dia tahu dia tahu kamu selingkuh. Rasa sayangnya tak bisa dibandingkan dengan perselingkuhanmu
24. Cewek akan sabar mendengarkan curhatmu walau sebenernya dia sangat lelah dan mengantuk
25. Cewek yang bener-bener menyayangimu tak akan pernah berkata “Aku gak ada waktu”, karna untuk orang yang dia sayang, waktu istirahatnya yang sedikitpun akan dia berikan
26. Cewek mungkin gampang deket dan berteman dengan cowok manapun, tapi percaya gak, saat dia bercerita dengan teman-teman cowoknya itu dia justru membayangkan wajahmu
27. Cewek tak pernah lelah untuk membantumu, untukmu dia bisa kuat melakukan apapun untuk kamu
28. Cewek yang menyayangimu tak pernah berhenti berdoa untukmu, untuk kesehatanmu, keselamatanmu dan cintamu
29. Cewek mungkin akan bergenit-genit ria dihadapanmu, tapi tidak didepan cowok lain, jadi jangan salah paham
30. Cewek selalu memahami semua pendapatmu tentangnya, walau sebenanya kamu tidak terlalu memahaminya tapi dia akan terus mengerti kamu
31. Cewek akan selalu memuji cowok yang dia sayang dihadapan temen-temennya, bahkan mau berbohong dan menyembunyikan keburukanmu
32. Cewek mungkin kadang berusaha membuat kamu cemburu, tapi percayalah, itu hanya salah satu cara kunonya untuk mendapatkan perhatian darimu  
33. Cewek mencintai cowok yang sayang dengan keluarganya
34. Cewek mengagumi cowok yang ramah dan santun, serta sopan saat berbicara
35. Cewek mungki akan tergila-gila dengan ketampanan seorang cowok, tapi belum tentu dia jatuh cinta, karna saat dia tahu tampannya itu tidak seimbang dengan tampan hatinya, seorang cewek justru bisa balik membenci dengan sebenci-bencinya
36. Tau gak, cewek selalu memikirkanmu sebelum dia tidur dan terlelap
37. Cewek menyimpan semua perkataanmu dan dia akan mengingatnya dengan baik, jadi hati-hati kalau berjanji dengan cewek
38. Cewek itu gampang menangis, jangan pernah lukai hatinya, karna dia akan tetap memaafkanmu walau kamu buat dia menangis
39. Cewek benci cowok genit
40. Dan cewek selalu mencintai dengan hati, bukan logika. Cewek itu menggunakan perasaan untuk melemahkan logika para cowok
Oke, sekian dulu, semoga kamu-kamu semua puas dengan rahasia ini, sebenernya rugi juga kalau harus membeberkan semua rahasia cewek-cewek, tapi ini juga untuk buat hubungan kamu-kamu langgeng dengan pasangan kamu masing-masing. Semoga mulai hari ini para cowok dapat memahami ceweknya yach… good luck

15.10.11

Dibalik Kehebatan Shalat Dhuha


Shalat Dhuha ialah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu Matahari sedang naik, yaitu kira-kira setinggi lebih kurang 7 (tujuh) hasta atau sekitar setinggi satu tombak yaitu antara pukul 07.00 pagi sampai masuk waktu Dzuhur ( sekitar pukul 11.00 siang ). Allah SWT dalam beberapa ayat bersumpah dengan waktu dhuha. Dalam pembukaan surat Assyams, Allah berfirman, ''Demi matahari dan demi waktu dhuha.'' Bahkan, ada surat khusus di Alquran dengan nama Addhuha. Adapun keutamaan shalat dhuha dalam beberapa hadist berikut ini :
1.        sholat Dhuha merupakan salah satu wasiat Nabi, dalilnya adalah hadits dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat sholat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari Muslim).
2.        Berdasarkan sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dzar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda, “Tiap pagi ada kewajiban sedekah bagi tiap ruas tulang kalian, Setiap tasbih adalah sedekah, Setiap tahmid adalah sedekah, Setiap takbir adalah sedekah, memerintahkan untuk melakukan kebaikan adalah sedekah, melarang dari kemungkaran adalah sedekah, dan semua itu dapat tercukupi dengan melakukan dua rakaat sholat Dhuha.” (HR. Muslim).
3.        Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” (HR. Muslim).
4.        Di antara doa Rasulullah SAW: Allahumma baarik ummatii fii bukuurihaa. Artinya, ''Ya Allah berilah keberkahan kepada umatku di waktu pagi''. Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif dan bangun di waktu pagi (waktu subuh dan dhuha) untuk beribadah kepada Allah dan mencari nafkah yang halal, ia akan mendapatkan keberkahan. Sebaliknya, mereka yang terlena dalam mimpi-mimpi dan tidak sempat shalat Subuh pada waktunya, ia tidak kebagian keberkahan itu.
5.        Aisyah menceritakan bahwa Rasulullah SAW selalu melaksanakan shalat Dhuha empat rakaat. Dalam riwayat Ummu Hani', ''Kadang Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha sampai delapan rakaat.'' (HR Muslim). Imam Attirmidzi dan Imam Atthabrani meriwayatkan sebuah hadis yang menjelaskan bahwa bila seseorang melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid, lalu ia berdiam di tempat shalatnya sampai tiba waktu dhuha, kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha, ia akan mendapatkan pahala seperti naik haji dan umrah diterima.
Doa yang biasa dilakukan oleh Rasulullah selepas shalat dhuha adalah : "Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu". "Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".

Surat untuk calon suamiku ^^


Dear calon suamiku…

Apa kabarnya imanmu hari ini? Sudahkah harimu ini diawali dengan syukur karena dapat menatap kembali fananya hidup ini? Sudahkah air wudhu menyegarkan kembali ingatanu atas amanah yang saat ini tengah kau genggam?

Wahai Calon Suamiku…
Tahukah engkau betapa Allah sangat mencintaiku dengan dahsyatnya? Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa, agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan dan siap mendampingimu kelak. Meskipun kadang keluh dan putus asa menyergapi, namun kini kurasakan diri ini lebih baik.
Kadang aku bertanya-tanya, kenapa Allah selalu mengujiku tepat dihatiku. Bagian terapuh diriku, namun aku tahu jawabannya. Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senantiasa kembali mengingat-Nya kembali mencintai-Nya. Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi lebih tangguh, sehingga saat kelak kita bertemu, kau bangga telah memiliki aku dihatimu, menemani harimu.

Calon suamiku…
Entah dimana dirimu sekarang. Tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaimana Dia mencintaiku. Aku yakin Dia kini tengah melatihmu menjadi mujahid yang tangguh, hingga akupun bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu. Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku, hanya kesia-siaan yang dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini, aku berharap dapat menjadi isteri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu, suamiku.

Wahai calon suamiku…
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku, tak lain doaku agar menjadi anak yang solehah, agar kelak dapat menjadi tabungan keduanya di akhirat. Namun nanti, setelah menjadi isterimu, aku berharap menjadi pendamping yang solehah agar kelak disyurga cukup aku yang menjadi bidadarimu, mendampingi dirimu yang soleh.
Aku ini pencemburu berat. Tapi kalau Allah dan Rasulullah lebih kau cintai daripada aku, aku rela. Aku harap begitu pula dirimu.
Pernah suatu ketika aku membaca sebuah kisah; “Aku minta pada Allah setangkai bunga segar, Dia memberiku kaktus berduri. Aku minta kepada Allah hewan mungil nan cantik, Dia beri aku ulat berbulu. Aku sempat kecewa dan protes. Betapa tidak adilnya ini.
Namun kemudian kaktus itu berbunga, sangat indah sekali. Dan ulatpun tumbuh dan beruba menjadi kupu-kupu yang teramat cantik. Itulah jalan Allah, indah pada waktunya. Allah tidak memberi apa yang kita inginkan, tapi Allah memberi apa yang kita butuhkan.”
Aku yakin kaulah yang kubutuhkan, meski bukan seperti yang aku harapkan.

Calon suamiku yang di rahmati Allah…
Apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita, takkan kunamai dengan gubuk derita. Karena itulah markas dakwah kita, dan akan menjadi indah ketika kita hiasi dengan cinta dan kasih.
Ketika kelak telah lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita, Bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal, dengan ilmu yang bermanfaat, terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan kepada Allah SWT.
Bunga akan indah pada waktunya. Yaitu ketika bermekaran menghiasi taman. Maka kini tengah kupersiapkan diri ini sebaik-baiknya, bersiap menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik. Meski bukan umat yang terbaik, tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.

Calon suamiku…
Inilah sekilas harapan yang kuukirkan dalam rangkaian kata. Seperti kata orang, tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata-kata. Itulah yang kini kuhadapi. Kelak saat kita tengah bersama, maka disitulah kau akan memahami diriku, sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.

Jangan Gadaikan AGAMA Demi CINTA


Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan. Melalui pernikahan kedua pasangan tersebut disatukan. Pernikahan merupakan suatu ikatan yang sangat dalam dan kuat sebagai penghubung antara seorang pria dengan seorang wanita dalam membentuk suatu keluarga atau rumah tangga. Rasullah Saw bersabda“Wahai para pemuda, siapa saja diantara kalian yang telah mampu untuk nikah, maka hendaklah dia menikah. Karena dengan menikah itu lebih dapat menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu bisa menjadi perisai baginya” (HR. Bukhori-Muslim). Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda : "Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi). Doa Nabi Muhammad Saw pada pernikahan putrinya Fatimah Az-zahra dengan Ali bin Abi Thalib : "Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka menjadikannya pembuka pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah serta pemberi rasa aman bagi umat".

"Cinta itu buta," begitu kata penyair asal Inggris, William Shakespeare. Ungkapan yang sangat masyhur itu memang kerap terbukti dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, terkadang sampai melupakan aturan agama. Saat ini, tak sedikit umat Muslim yang karena "cinta" berupaya sebisa mungkin untuk menikah dengan orang yang berbeda agama.

Fenomena menikah dengan pasangan beda agama hingga saat ini bisa dijadikan topik yang pas untuk dibahas karena sampai saat ini masih sering menjadi perdebatan dikalangan masyarakat muslim maupun non-muslim. Sebenarnya nikah beda agama sudah pernah terjadi dimasa Rasulullah saw dan ada beberapa ayat pula telah menjelaskan tentang persoalan ini.

Di Indonesia perbedaan agama dalam kehidupan rumah tangga selalu dipandang serius.Undang-undang Perkawinan No.1 tahun 1974 pada pasal 2 ayat 1 menyatakan bahwa suatu perkawinan dapat dinyatakan sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaan pasangan yang melakukan pernikahanPada umumnya, pasangan yang berbeda agama masing-masing akan berharap dan yakin suatu saat pasangannya akan berpindah agama. Dampak psikologis orang tua yang berbeda agama juga sangat dirasakan oleh anak-anaknya karena ada suatu kompetisi antara ayah dan ibu untuk mempengaruhi anak-anak sehingga anak menjadi bungung siapa yang harus diikuti keyakinannya. Namun ada juga yang malah menjadi lebih dewasa dan kristis.

§   Nikah Beda Agama dalam Sudut Pandang Islam
Hukum wanita muslimah menikah dengan laki-laki non islam adalah haram. Dalil yang digunakan untuk larangan tersebut :
"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimuDan janglah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayatnya (perintah-perintahnya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran". (QS. Al-Baqarah :221)

"Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka. Jika kalian telah mengetahui bahwa mereka (wanita-wanita mukminah) benar-benar beriman maka janganlah kalian kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang kafir. Mereka tidak halal bagi orang orang kafir dan orang orang kafir itu tidak halal bagi mereka". (QS.Al Mumtahanah: 10).

Secara logis mengapa wanita muslim dilarang menikah dengan laki-laki non muslim karena laki-laki adalah pemimpin keluarga, berkuasa dan bertanggung jawab atas istri dan dirinya sendiri. Islam menjamin kebebasan aqidah bagi istrinya serta melindungi hak-hak kehormatannya dengan syariat dan bimbingannya. Akan tetapi, agama lain seperti Nasrani dan yahudi tidak memberikan jaminan kepada istri yangberlainan agama.
Sedangkan pernikahan seorang lelaki muslim dengan perempuan non-muslim terbagi atas dua macam :
1.  Lelaki muslim dengan perempuan ahli kitab. Ahli kitab yang dimaksud adalah agama nasrani dan yahudi (Agama samawi).Hukumnya boleh. Allah berfirman : "Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi alkitab itu halal bagimu dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (dan dihalalkan mengawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan diantara orang-orang yang diberi alkitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya , tidak dengan maksud berzina dan tidak pula menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman maka hapuslah amalannya dan ia hari dihari akhirat termasuk orang-orang merug" (QS.Al-Maidah:5). Ulama menafsirkan bahwa alkitab disini adalah Injil dan Taurat. Agama islam, nasrani dan yahudi berasal dari sumber yang sama disebut agama samawi. sedangkan agama hindu, budha atau konghuchu tidak temasuk agama samawi tetapi termasuk agama ardhiy karena benda yang mereka katakan sebagai kitab suci itu bukanlah kitab yang turun dari Allah SWT. Benda itu adalah hasil pemikiran para tokoh mereka dan filosof mereka. Sehingga kita bisa bedakan bahwa kebanyakan isinya lebih merupakan petuah, hikmah, sejarah dan filsafat para tokohnya.
2.  Lelaki muslim dengan perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini banyak Ulama sepakat melarang lelaki muslim menikah dengan perempuan non ahli kitab dikarenakan non ahli kitab sama saja dengan musyrik. musyrik adalah penyembah berhala, api dan sejenisnya. Misal wanita beragama Hindu, Budha, Shinto, dll. Dalil yang digunakan untuk larangan tersebut :"Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu...... " ((QS. Al-Baqarah :221).
§  Nikah beda agama dalam pandangan non-islam
1.  Nikah beda agama menurut agama katholik. Agama katholik dengan tegas menyatakan bahwa pernikahan antara seorang katholik dengan penganut agama lain tidak sah (Kanon 1086). Namun demikian, bagi mereka yang tidak mungkin dipisahkan lagi karena cintanya sudah terlanjur medalam, Uskup dapat memberi dispensasi dengan jalan menikahkan pemeluk agama katholik dengan agama islam, asalkan keduanya memenuhi syarat yang ditentukan (Kanon 1125) : (a) yang beragama katholik berjanji akan tetap setia pada iman katholik dan bersedia mempermandikan dan mendidik semua anak-anak mereka secara katholik. (b) yang tidak beragama katholik berjanji menerima pernikahan secara katholik, tidak akan menceraikan pihak yang beragama katholik, tidak akan menghalangi pihak katholik melaksanakan imannya, bersedia mendidik anak-anaknya secara katholik.
2.  Nikah beda agama menurut kristen protestan.apapun alasan yang mendasarinya, pernikahan beda agama dilarang (I Korintus 6: 14-18).
3.  Nikah beda agama menurut budha. Pernikahan beda agama tidak terlalu begitu bermasalah. Hanya saja, disarankan satu agama. Hal ini disebabkan pertimbangan kehidupan dalam pernikahan itu sendiri.
4.  Nikah beda agama menurut hindu. Dalam agama hindu tidak dikenal pernikahan beda agama. Hal itu terjadi karena sebelum menikah harus dilakukan upacara pernikahan terlebih dahulu. Apabila salah seorang calon mempelai tidak beragama hindu, maka dia diwajibkan sebagai penganut agama hindu. setalah berganti agama menjadi agama hindu, ia disucikan terlebih dahulu baru pelaksanaan pernikahan dapat terlaksana (Ketentuan Seloka V89 kitab Manawadharmasastra).
Mengapa agama menjadi persoalan?
Karena agama ibarat pakaian yang digunakan seumur hidup. Spirit,keyakinan,dan tradisi agama senantiasa melekat pada setiap individu yang beragama,termasuk dalam kehidupan rumah tangga.Di sana terdapat ritual-ritual keagamaan yang idealnya dijaga dan dilaksanakan secara kolektif dalam kehidupan rumah tangga. Contohnya pelaksanaan salat berjamaah dalam keluarga muslim, atau ritual berpuasa. Semua ini akan terasa indah dan nyaman ketika dilakukan secara kompak oleh seluruh keluarga. Setelah salat berjamaah, seorang ayah yang bertindak sebagai imam lalu menyampaikan kultum dan dialog, tukar-menukar pengalaman untuk memaknai hidup. Suasana yang begitu indah dan religius itu sulit diwujudkan ketika pasangan hidupnya berbeda agama. Kenikmatan berkeluarga ada yang hilang.
Contoh lainnya biasanya anak akan merasa sedih ketika ia tahu agama islam dan memahami isi alquran. Pasti ia tidak ingin orang tuanya yang melahirkan, membesarkan ia hingga besar ketika diakhirat nanti berada di neraka bersama orang-orang kafir lainnya.
Jadi, sepanjang pengamatan saya, secara psikologis pernikahan beda agama menyimpan masalah yang bisa menggerogoti kebahagiaan untuk orang tua dan anaknya. Ini juga tidak berarti pernikahan satu agama akan terbebas dari masalah, ada namun tak seberat beda agama.

Untuk semua teman-teman:
Cinta akan membentuk keluarga sakinah mawadah warohmah
karena kesamaan iman dan aqidah dalam naunga ridho Allah swt
jangan biarkan sedikitpun celah hatimu terbuka dengan cinta terselubung bencana imanmu
karena cinta seperti itu akan mekikis aqidahmu
pernikahan dengan berbeda keyakinan tidak akan melahirkan ketentraman jiwa...

(Rabu, 22 September 2010 by Anna Febritta Intan Sari)

Kanker Payudara pada Laki-laki.. Nahhh Lhoo..


Kasusny memang sgt sdkt,hny 1% dr jmlh total kasus kanker payudara. Menurut dr.muchlis ramli,"tmbuhny jaringan tumor,meski hny 1 atau 2 cm dbwh kulit lgsg menempel ke otot2 dada bahkn lgsg menembus ke organ2 dsekitarnya shg enyebaran ny relatif lbh cpt".
Penyebab kanker payudara pd pria hingga kini blm diketahui. Namun bbrapa faktor risiko penyakit ni antara lain umur (>50th), riwayat kanker, gaya hdup tdk sehat, konsumsh obat hormonal (mis: obat kuat). Jd wlopun kasusny sgt sdkt, para laki2 perlu ttp waspada. Ternyta pntg jg lho bg laki2 u/ memijat2 bgian dadany ketika mandi. Hohoho. .^,^

Aku mulai mengerti cinta ketika maut menjemput Suamiku!! (siapkan tissue ya)

Semoga peristiwa di bawah ini membuat kita belajar bersyukur untuk apa yang kita miliki :
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka. Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku. Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya. Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkimpoianku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak.Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut.Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara.
Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi,* ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung.Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya.
Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Ia pun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat* pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya. Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya.
Dihari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya disebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia Sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya* dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa.
Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.. :
“Istriku Liliana tersayang, Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu. Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang. Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!”
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note. Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dantabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta. Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?” Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.” Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?” Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Akumenghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.



Terkadang disaat bersama kita kurang menghargai orang orang yang bersama kita,

disaat kehilangan nya baru kita mengenal apa itu arti cinta sebenarnya. Sebelum

kita ditinggalkan orang2 yang tercinta, yang setia menemani kita, berikan lah

balasan cinta kita sepenuh hati pada mereka, sekarang masih belum terlambat teman2.

sumber...*lupa...hanya share aja....